PELATIHAN MENCANGKOK | KEGIATAN PELATIHAN MENCANGKOK ADALAH KEGIATAN AGRO EDUKASI DALAM PROSES PERKEMBANGBIAKAN SECARA VEGETATIF

PELATIHAN MENCANGKOK | KEGIATAN PELATIHAN MENCANGKOK ADALAH KEGIATAN AGRO EDUKASI DALAM PROSES PERKEMBANGBIAKAN SECARA VEGETATIF


Paket Agro Edukasi. Kegiatan agro edukasi dalam dunia wisata edukasi sangat beragam jenis kegiatannya. Mulai dari praktek yang bersifat sains ataupun hanya fun itu sangat beragam. Akan tetapi ada beberapa kegiatan yang dikhususkan untuk siswa siswi yang sudah sampai ditingkat yang lebih tinggi jenjang pendidikannya. 

Kegiatan agro edukasi yang bersifat sains atau pelatihan yang membutuhkan konsentrasi dan keterampilan tidak bisa diberikan kepada siswa yang berada di level PG, TK dan SD (kelas 1-3).


Adapun paket Agro edukasi yang akan dijelaskan pada artikel ini adalah tentang bagaimana cara mencangkok dengan baik dan benar, silahkan disimak artikel berikut ini.

Cangkok adalah suatu cara untuk memperbanyak tanaman dengan cara memotong dahan pohon kemudian menanamnya ke dalam tanah hingga tumbuh akar. Jika akar sudah tumbuh, maka bisa dikatakan bahwa proses cangkok berhasil.

Sampai saat ini, cara mencangkok tanaman masih menjadi andalan dari petani ataupun tukang kebun yang menginginkan buah dengan kualitas yang merata serta cara andalan untuk memperbanyak tanaman dengan cara yang singkat. Karena itu, berikut ini kami jelaskan cara mencangkok tanaman dengan baik dan benar.

Untuk menghasilkan hasil yang maksimal, kita harus melakukan cangkok dengan hati – hati dan sesuai dengan prosedur. Berikut adalah tahapan – tahapan dalam mencangkok tanaman:

1. Memilih Batang
Berikut ini adalah cara memilih batang yang tepat untuk mencangkok tanaman:
  • Memilih batang yang sesuai.
  • Batang setidaknya memiliki diameter 2 cm atau lebih dan yang paling penting adalah berkambium.
2. Menguliti Batang
Sayat kulit batang sekitar luasnya 10 cm persegi. Setelah menyayat, diamkan beberapa saat. Jika perlu, lap dengan menggunakan kain. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan kambium yang menempel di permukaan.
Anda bisa mengecek kandungan kambium dengan cara memegang sayatan yang telah Anda buat apakah lengket atau sudah kering.
3. Menyiapkan Air dan Tanah
Sembari menunggu batang kering, siapkan air dan tanah dan campur hingga merata. Usahakan campuran tanah dan air tidak terlalu encer, namun juga tidak terlalu padat.
Kepadatan campuran tersebut dapat di lihat dengan menempelkan campuran tersebut ke batang pohon. Seharusnya campuran tersebut dapat menempel ke batang pohon dan (tidak berjatuha ke bawah karena terlalu encer atau tidak bisa menempel karena terlalu padat).
4. Menempelkan Campuran
Setelah itu tempelkan campuran tadi ke sayatan yang Anda buat. Setelah itu balut dengan menggunakan plastik lalu ikat dengan tali sehingga campuran tanah tersebut menempel dengan sempurna.
5. Menyirami Air
Berikan air setiap hari kepada cangkokan Anda. Siramkan dengan pelan agar tidak merusak cangkok yang Anda buat. Anda juga bisa mengandalkan air hujan jika musim memang sedang hujan. Sehingga Anda dapat meninggalkan cangkokan Anda untuk beberapa hari dengan cara meletakkannya di ruang terbuka. Namun jika hujan tersebut sangat deran dan penuh dengan tiupan angin, ini tentu bukanlah hal yang bagus, lebih baik Anda menunggu waktu yang pas saat Anda bisa memantau cangkokan Anda secara rutin.
Jika akar sudah mulai terlihat, selamat maka proses cangkok telah berhasil.kemudian potong cangkokan dengan hati – hati dan jangan sampai merusak akar yang telah tumbuh. Akar yang masih kecil akan sangat rentan untuk rusak walaupun dengan sentuhan atau gesekan biasa.
6. Pindahkan Hasil Cangkokan
Masih ada tahapan lain setelah tanaman berhasil dicangkok, di antaranya:
Pindahkan hasil cangkokan ke tempat yang baru sehingga dia dapat tumbuh sendiri. Usahakan tempat yang baru sudah siap untuk ditempati. Pastikan tanah yang digunakan adalah tanah yang subur sehingga proses cangkok juga dapat berjalan secara lancar.
7. Hasil Cangkok
Tetap pantau hasil cangkokan Anda dan sirami secara rutin. Tambahkan pupuk jika diperlukan dan lakukan pencegahan terhadap hama.

Jenis Pohon Yang Dapat Di Cangkok

Cara ini mungkin terdengar sangat menarik, karena hasil dari proses cangkok sangat mirip dengan pohon aslinya. Dalam artian, jika buah dari pohon tersebut manis, maka kita dapat memperbanyak pohon tersebut dengan buah yang manis pula. Hal ini memudahkan kita dalam memilih pohon mana yang harus diperbanyak, dan pohon mana yang perlu kita tebang. Kita juga menghemat waktu dalam pemilihan benih, serta mempersingkat waktu dalam menunggu pohon tumbuh. 
  • Pohon Rambutan: Meskipun ada berbagai jenis buah rambutan, namun semuanya bisa di cangkok.
  • Pohon Jambu Air: Jambu air memiliki batang kayu dan juga mengandung kambium dan memenuhi syarat untuk proses cangkok. 
  • Pohon Sawo: Pohon yang tumbuh di wilayah tropis ini juga mengandung kambium dan bisa di cangkok
  • Pohon Durian: Seperti yang kita ketahui pohon durian biasanya memiliki tinggi sekitar 20 meter sampai 40 meter. Tentunya dengan cara cangkok ini akan mempersingkat waktu panen Anda, karena menunggu pohon durian dari benih hingga menjadi pohon setinggi 20 meter tidaklah sebentar. 
  • Pohon Mangga: Sama halnya dengan Durian, menanam manga mulai dari biji akan memakan waktu yang lama. Mencangkok adalah salah satu solusi untuk panen lebih cepat sekaligus menjaga kualitas dari buah yang dihasilkan itu sendiri.
Jika sekolah Anda ingin lebih jelas tentang bagaimana cara mencangkok pohon dengan baik dan benar, silahkan hubungi kontak person di bawah ini.

Diberdayakan oleh Blogger.